11 Tahun Karimun Membangun, Jalan Lingkar Jadi Pusat Pertumbuhan Baru di Karimun Sabtu, 23 Oktober 2010 10:24

12 Oktober 2010, Kabupaten Karimun genap berusia 11 tahun. Usia yang diibaratkan seorang anak yang sedang tumbuh belajar.
Di usianya yang masih belia, Kabupaten Karimun yang memiliki luas 1. 525, 90 kilometer dan dipimpin oleh Bupati Karimun Nurdin Basirun dan Wakil Bupati Aunur Rafiq ini, mulai berhias diri dan melakukan berbagi pembangunan yang bertujuan mensejahterakan masyarakat.
Pembangunan yang dilakukan di segala lini ini berpedoman kepada empat azam. Yakni, Azam Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Azam Peningkatan Imam dan Taqwa, Azam Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia, dan Azam Pengembangan Seni Budaya. Azam ini diselaraskan dengan Motto: Kerja Amanah, Kerja Keras, Kerja Cerdas.
Pembangunan yang gencar-gencarnya dilakukan untuk merubah wajah Karimun dengan membangun jalan lingkar. Jika proyek ini selesai maka Karimun yang dulu identik dengan jalan yang kecil dan sempit, akan memiliki jalan yang super luas yang berada di pinggir pantai.
Jalan yang menghubungkan pusat kota, dari Pelabuhan Tanjungbalai menuju Bandara Seibati ini memiliki lebar 50 meter, dengan panjang sekitar 11. 275 meter atau sekitar 11 kilometer. Bandingkan dengan jalan yang ada saat ini dipusat kota, rata-rata hanya memiliki lebar sekitar 4-6 meter.
Jalan ini merupakan alternatif mengatasi kemacetan yang terjadi di pusat kota. Jalan ini, juga dilengkapi jalan pendukung yang menghubungkan dengan beberapa daerah sekitarnya.
“Jalan lingkar nantinya menjadi jalur alternatif mengatasi kemacetan di Karimun dan menjadi jalan protokol bebas hambatan,” ujar Nurdin.
Untuk pembangunan, pihak pemerintah mengelontorkan biaya yang sangat besar. Totalnya diperkirakan mencapai Rp172.988.168.000. Besarnya anggaran yang dihabiskan, membuat pembangunan tidak bisa dilakukan sekaligus. Harus bertahap. Berdasarkan perencanaan, pembangunan akan menghabiskan waktu sekitar 3 tahun.
Pengerjaan proyek ini terbilang berani, karena berton-ton tanah harus dihabiskan untuk menimbun pinggir pantai. Tentu saja kehadirannya sempat menuai protes di tengah masyarakat. Namun lama kelamaan masyarakat bisa menerima, karena dampak positif yang ditimbulkan sangat besar.
Awal perencanaan pembangunan jalan ini menimbang kepada beberapa aspek, pertama yakni setiap tahun di lokasi tersebut terjadi abrasi pantai yang cukup besar. Pinggir pantai yang dulunya menyorok ke tengah lambat laut dikikis air laut. Jika dibiarkan terus menerus kondisi ini tentu saja merugikan masyarakat.
“Saat itu kita melihat, kalau tidak segera diatasi, maka luas daratan Karimun, akan semakin berkurang,” ujar Nurdin.
Pertimbangan kedua dari segi pertahanan dan keamanan. Ini didasari Karimun berada di daerah perbatasan. Di mana masalah keamanan menjadi perhatian serius pemerintah, baik itu pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
Dengan pulau yang di kelilingi lautan ini, jika tidak diwaspadai akan memudahkan pelaku kejahatan masuk melalui jalur laut, dengan memanfaatkan kondisi pantai yang ada.
Namun, dengan pembangunan jalan tersebut maka upaya-upaya kejahatan yang akan dilakukan bisa segera terdeteksi dan juga memudahkan aparat untuk melakukan pengawasan. “Ini merupakan pencegahan dari awal, saya selalu membaca untuk keutuhan kesatuan negara RI,” jelas.
Ketiga, dasar pembangunan jalan lingkar ini, melihat daerah pantai sangat strategis bagi pertumbuhan ekonomi. Kalau jalan ini selesai dibangun, akan tumbuh perekonomian baru yang nantinya akan dikelola masyarakat.

Potensi dan Investasi Kabupaten Karimun
Sebagai daerah kabupaten yang baru, kabupaten Karimun sangat potensial untuk berkembang setara dengan kabupaten atau daerah-daerah lainnya, hal ini didukung oleh beberapa hal seperti adanya kesepakan segitiga pertumbuhan asean seperti : SIJORI (Singapura, Johor, Riau), Indonesia – Malaysia – Thailand dan adanya Kerjasama Pengembangan Energi Asean (Pipa Minyak dan Gas), di mana Karimun tumbuh dan berkembang di tengah-tengah segitiga pertumbuhan tersebut. Adanya kemungkinan relokasi industri, sarana perdagangan dan pariwisata dari Singapura ke kabupaten Karimun.

Beberapa potensi daerah dan peluang investasi pengembangan daerah yang ditawarkan adalah:

PARIWISATA
Obyek pariwisata yang potensial untuk dikembangkan adalah:

o PANTAI PONGKAR
o PANTAI PELAWAN
o AIR TERJUN
o SUMBER AIR PANAS
o PANTAI LUBUK
o PANTAI TELUNAS
o PANTAI SAWANG
o KAWASAN WISATA BUKIT GADING

INDUSTRI
Industri yang potensial untuk dikembangkan adalah:
o INDUSTRI PERKAPALAN
o INDUSTRY MANUFACTUR
o INDUSTRI KONVEKSI
o HOME INSDUSTRY
o AGRO INDUSTRI

PERTANIAN
Kabupaten Karimun terdiri dari beberapa pulau yang di antaranya pulau Kundur. Pulau ini memiliki lahan yang subur sehingga potensi untuk dikembangkan sebagai daerah perkebunan dan pertanian seperti:
o HORTIKULTURA DAN PALAWIJA
o BERBAGAI JENIS PETERNAKAN
o BUDIDAYA PERIKANAN DAN RUMPUT LAUT

PERDAGANGAN
Sebagai daerah yang berada pada jalur internasional, maka pembangunan pusat-pusat belanja perkotaan central bussines dsitrict, real estate, perkantoran, pasar modern, pusat perbelanjaan merupakan peluang bisnis dimasa depan.
Sektor perdagangan dan perekonomian yang potensial untuk dikembangkan adalah:

o BUSINESS CENTRE
o DERMAGA PETI KEMAS
o OILING

PERTAMBANGAN
Potensi pertambangan yang ada di wilayah kabupaten Karimun adalah bahan galian yang meliputi: granit, pasir, batu pasir weeke, pasir kuarsa, ocker, kaolin, kuarsit dan timah.

PRASARANA DASAR
Pengembangan wilayan Karimun yang paling penting adalah optimalisasi penyediaan prasarana dasar lainnya seperti: pelabuhan, telekomunikasi, tenaga listrik, dan transportasi udara akan mendukung pengembangan diberbagai sektor usaha seperti manufaktur, pergudangan, perdagangan, jasa, pariwisata dan kelengkapan fasilitas umum, fasilitas sosial serta perumahan. Oleh karena itu sektor infrastruktur merupakan sektor yang potensial dikembangkan pada masa kini dan yang akan datang. (adv)

Comments