BPJS Gagal, SPAI-FSPMI Karimun Menuntut Direksi Diganti
Paparazzionlinenews. Dilatar belakangi dengan minimnya peran dan kinerja BPJS terhadap Buruh di Kabupaten Karimun.Ratusan Buruh yang tergabung di Serikat Aneka Industri Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPAI-FSPMI) Kabupaten Karimun datangi kantor cabang BPJS Kesehatan dalam aksi damai Rabu (17/09), Aksi yang dilakukan di halaman kantor BPJS Kabupaten Karimun untuk menyampian aspirasi para buruh terhadap kinerja BPJS yang dinilai gagal dalam melaksanakan Undang Undang Badan Penyelanggara Jaminan Sosial,

Muhammad Fajar, Koordinaor aksi ( Ketua SPAI-FSPMI Kabupaten Karimun) mengatakan, dalam aksi damai para buruh menyampaikan sikap kekecewaan, buruh mintaan BPJS untuk merubah sistem INA CBGs menjadi free for service, mencabut Permenkes no 69 tahun 2013 tentang tarif berobat, serta mengganti direksi dan pengurus BPJS Kesehatan yang gagal menjalankan tugasnya.
"kita menuntut perbaikan BPJS, penerapan sistem CBGs yang sekarang telah dijalankan kurang efesien dan sangat merugikan buruh, CBGs harus dirubah menjadi free for service yakni pembayaran berdasarkan obat yang dibeli, bukan berdasarkan Paket, jelas Muhammad Fajar.
Muahmmad Fajar juga menambahkan, Pembayaran atau penggantian berdasarkan Paket dinilai hanya merugikan pasien yang mana penggantian hanya berdasarkan diagnosa penyakit.
"bisa dicontohkan apabila buruh ada melakukan bedah cesar dan yang satu melakuan opersi khitan, bisa kita bayangkan, dari dua contoh tersebut dari pihak BPJS memberikan dana yang sama, dan itu realitanya, coba siapa yang dirugikan, tetap buruh, jadi kita minta Permenkes no 69 tahun 2013 tentang tarif berobat BPJS dihapuskan," ucap Muhammad Fajar
Riko Haryono Saputra Kepala Operasional BPJS Kabupaten Karimun Cabang Batam, mengakui, Pembayaran atau pengkliman di BPJS saat ini masih mengacu pada INA CBGs, untuk tarif Rumah Sakit menggunakan tarif paket yang dimana pengklimanya berdarakan diagnosa saja, Kepala Operasional BPJS Kabupaten Karimun Cabang Batam mengatakan akan menyampikan seluruh aspirasi dari serikat Buruh ke kantor Pusat.
"kita akan menyampikan seluruh tuntutan teman teman buruh,dan dari pihak BPJS Karimun juga akan melakukan perbaikan dari segala bidang,", Kata Riko Haryono.
Masih kata Riko Haryono Saputra, Terakit banyaknya pengguna jasa BPJS di Kabuapten Karimun yang mencapai sekitar 90ribu jiwa yang berasal dari pengguna Jamkesmas, eks askes, eks jamsostek, TNI/Polri, masyarakat Mandiri yang jumlahnya tidak sebanding dengan adanya rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS karimun. Riko Haryono mengakui , pihak BPJS memang benar hanya bekersa sama dengan RSUD saja, dan dalam waktu dekat pihak BPJS akan segera melakukan kerja sama terhadap Rumah Sakit Bakti Timah
"untuk saat ini kita memng hanya bekerja sama dengan RSUD Karimun, dan mudah mudahan dalam waktu dekat bulan berikutnya kita dapat bekerja sama dengan RSB Timah, tinggal menuggu waktu saja", Terang Riko Haryono. Rabu (17/9)
Comments
Post a Comment